Pembina Pramuka SAKO SPN Banten Perkuat Kompetensi dan Solidaritas Lewat Orientasi SKU, SKK, dan SPG 2026


Serang – Kegiatan Orientasi Pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG) Pramuka Siaga Tahun 2026 yang digelar SAKO SPN Provinsi Banten di Gedung DPW LDII Banten, Minggu (21/6/2026), berlangsung penuh antusias dan sarat makna kebersamaan.

Kegiatan bertema “Menguatkan Kompetensi Pembina, Mewujudkan Pramuka Siaga yang Berkarakter Mandiri, dan Berprestasi Menuju Pramuka Garuda” ini diikuti oleh para pembina Pramuka dari berbagai gugus depan di wilayah Banten, termasuk dari Kabupaten Tangerang.

Salah satu peserta, Kholid Rizki Abdilah, Pembina Pramuka dari Pondok Pesantren Budi Mulia/Bina Pekerti Boarding School yang telah mengikuti KMD tahun 2019, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi para pembina.

Menurutnya, orientasi tersebut tidak hanya menambah wawasan teknis pengujian SKU, SKK, dan SPG, tetapi juga menjadi bekal penting dalam proses pembinaan peserta didik di sekolah maupun di lingkungan pendidikan lainnya.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi para pembina Pramuka, khususnya pembina Pramuka Siaga. Banyak hal baru yang kami dapatkan untuk disampaikan kepada anak didik di sekolah maupun di tempat pengajian masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan antar pembina Siaga se-Banten,” ujar Rizki.

Ia juga menegaskan harapannya agar seluruh pembina dapat terus aktif dalam kegiatan kepramukaan demi mencetak generasi muda yang berkarakter sejak usia dini.

“Harapannya kita semua bisa aktif di kepramukaan, sehingga mampu mencetak anak-anak muda yang berkarakter sejak usia Pramuka Siaga,” tambahnya.

Di tempat yang sama, KAK Mohammad Syarif selaku peserta dari SAKOCAB Kabupaten Tangerang menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang sangat penting dalam membentuk pemahaman pembina yang lebih utuh dan seragam.

Ia menyampaikan bahwa Pramuka bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan proses panjang dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Bagi kami, Pramuka itu bukan sekadar kegiatan, tetapi perjalanan membentuk karakter. Melalui orientasi ini kami benar-benar dibuka wawasan tentang bagaimana membina anak-anak Siaga dengan cara yang lebih tepat, menyenangkan, dan sesuai dengan aturan kepramukaan,” ungkapnya.

KAK Syarif juga menegaskan bahwa seorang pembina harus mampu menjadi teladan sekaligus sahabat bagi peserta didik, sehingga proses pembinaan berjalan lebih dekat dan menyenangkan.

“Seorang pembina harus bisa menjadi contoh dan sahabat bagi adik-adik Siaga. Dari hal-hal kecil itulah karakter mereka dibentuk,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu memperkuat solidaritas antar pembina serta meningkatkan kualitas pembinaan di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten secara umum.

Melalui kegiatan ini, SAKO SPN Banten berharap terbangun kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pengujian SKU, SKK, dan SPG, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencetak Pramuka Siaga yang berkarakter, mandiri, dan berprestasi menuju Pramuka Garuda. (***)

0/Post a Comment/Comments

Ads2